Kewirausahaan

Published November 26, 2011 by eliclalahi

MANAJEMEN PERUSAHAAN

Definisi Manajemen
Mendefinisikan manajemen ada berbagai ragam, ada yang mengartikan dengan ketatalaksanaan, manajemen pengurusan dan lain sebagainya. Pengertian manajemen dapat dilihat dari tiga pengertian.

1. Manajemen sebagai suatu proses
2. Manajemen sebagai suatu kolektivitas manusia
3. Manajemen sebagai ilmu ( science ) dan sebagai seni

Manajemen sebagai suatu proses. Pengertian manajemen sebagai suatu proses dapat dilihat dari pengertian menurut :
1. Encylopedia of the social science, yaitu suatu proses dimana pelaksanaan suatu tujuan tertentu dilaksanakan dan diawasi.
2. Haiman, manajemen yaitu fungsi untuk mencapai suatu tujuan melalui kegiatan orang lain, mengawasi usaha-usaha yang dilakukan individu untuk mencapai tujuan
3. Georgy R. Terry, yaitu cara pencapaian tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu dengan melalui kegiatan orang lain.

A. Manajemen sebagai kolektivitas yaitu merupakan suatu kumpulan dari orang-orang yang bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan bersama. Kolektivitas atau kumpulan orang-orang inilah yang disebut dengan manajemen, sedang orang yang bertanggung jawab terhadap terlaksananya suatu tujuan atau berjalannya aktivitas manajemen disebut Manajer.
B. Manajemen sebagai suatu ilmu dan seni, melihat bagaimana aktivitas manajemen dihubungkan dengan prinsip-prinsip dari manajemen. Pengertian manajemen sebagai suatu ilmu dan seni dari :
1. Chaster I Bernard dalam bukunya yang berjudul The function of the executive, bahwa manajemen yaitu seni dan ilmu, juga Henry Fayol, Alfin Brown Harold, Koontz Cyril O’donnel dan Geroge R. Terry.
2. Marry Parker Follett menyatakan bahwa manajemen sebagai seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain.
Dari definisi di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa manajemen yaitu koordinasi semua sumber daya melalui proses perencanaan, pengorganisasian, penetapan tenaga kerja, pengarahan dan pengawasan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu.
C. Manajemen Sebagai Ilmu Dan Sebagai Seni
Manajemen merupakan suatu ilmu dan seni, mengapa disebut demikian, sebab antara keduanya tidak bisa dipisahkan. Manajemen sebagai suatu ilmu pengetahuan, karena telah dipelajari sejak lama, dan telah diorganisasikan menjadi suatu teori. Hal ini dikarenakan didalamnya menjelaskan tentang gejala-gejala manajemen, gejala-gejala ini lalu diteliti dengan menggunakan metode ilmiah yang dirumuskan dalam bentuk prinsip-prinsip yang diujudkan dalam bentuk suatu teori.
Sedang manajemen sebagai suatu seni, disini memandang bahwa di dalam mencapai suatu tujuan diperlukan kkerja sama dengan orang lain, nah bagaimana cara memerintahkan pada orang lain agar mau bekerja sama. Pada hakekatnya kegiatan manusia pada umumnya adalah managing ( mengatur ) untuk mengatur disini diperlukan suatu seni, bagaimana orang lain memerlukan pekerjaan untuk mencapai tujuan bersama.
D. Manajemen Sebagai Suatu Profesi
Dalam jaman modern ini semua jenis kegiatan selalu harus dimanajemeni, dalam arti aturan yang jelas, dan sekarang boleh dikata bahwa bidang manajemen sudah merupakan suatu profesi bagi ahlinya. Mengapa demikian karena dalam kegiatan apapun pekerjaan harus dikerjakan secara efisien dan efektif, sehingga diperoleh masukan atau input yang besar.
Edgar H Schein dalam bukunya yang berjudul organization socialization and the profession of Managemen menguraikan karakteristik atau criteria-kriteria sesuatu bisa dijadikan suatu profesi yaitu :
1. Para professional membuat keputusan atas dasar prinsip-prinsip umum yang berlaku dalam situasi dan lingkungan, hal ini banyak ditunjang dengan banyaknya pendidikan-pendidikan yang tujuannya mendidik siswanya menjadi seorang professional. Misalnya Akademi Pendidikan Profesi Manajemen, kursus-kursus dan program-program latihan dan lain sebagainya.
2. Para profesioal memperoleh status dengan cara mencapai suatu standar prestasi kerja tertentu, ini tidak didasarkan pada keturunan, favoritas, suku bangsa, agama dam kriteria-kriteria lainnya.
Para professional harus ditentukan oleh suatu kode etik yang kuat.

Tingkatan Manajemen Dan Manajer
Manajemen digunakan dalam segala bentuk kegiatan baik kegiatan profesi maupun non profesi, baik organisasi pemerintah maupun swasta, maka manajer dapat diklasifikasi dalam dua cara yaitu tingkatan dalam organisasi dan lingkup kegiatan yang dilakukan.
Bila dilihat dari tingkatan dalam organisasi, manajemen dibagi menjadi tiga golongan yang berbeda yaitu :
1. Manajemen Lini : atau manajemen tingkat pertama yaitu tingkatan yang paling rendah dalam suatu organisasi, dimana seorang yang bertanggung jawab atas pekerjaan orang lain, misalnya mandor atau pengawas produksi dalam suatu pabrik pengawas teknik suatu bagian riset dan lain sebagainya.
2. Manajemen menengah ( Midle Manager ) yaitu mencakup lebih dari satu tingkatan didalam organisasi.
3. Manajemen Puncak ( Top Manajer ) terdiri atas kelompok yang relatif kecil, yang bertanggung jawab atas manajemen keseluruhan dari organisasi.
Manajer fungsional bertanggung jawab pada satu kegiatan organisasi, seperti produksi pemasaran, keuangan dan lain sebagainya, manajer umum membawahi unit yang lebih rumit misalnya sebuah perusahaan cabang atau bagian operasional yang independen yang bertanggung jawab atas semua kegiatan unit.
Ada dua fungsi utama atau keahlian ( skill ) yaitu keahlian teknik ( Teknical Skill ) dan keahlian manajerial ( Managerial Skill ). Keahlian teknik yaitu keahlian tentang bagaimana cara mengerjakan dan menghasilkan sesuatu yang terdiri atas pengarah dengan motivasi, supervisi dan komunikasi. Keahlian manajerial yaitu keahlian yang berkenan tentang hal penetapan tujuan perencanaan, pengorganisasian, penyusunan personalia dan pengawasan.

Fungsi-fungsi Manajemen
Fungsi manajemen menurut beberapa penulis antara lain :
1. Ernest Dale : Planning, Organizing, Staffing, Directing, Innovating, Representing dan Controlling.
2. Oey Liang Lee : Planning, Organizing, Directing, Coordinating, Controlling.
3. James Stoner : Planning, Organizing, Leading, Controlling.
4. Henry Fayol : Planning, Organizing, Commanding, Coordinating, Controlling.
5. Lindal F. Urwich : Forescating, Planning, Organizing, Commanding, Cordinating, Controlling.
6. Dr. SP. Siagian MPA : Planning, Organizing, Motivating, Controlling.
7. Prayudi Atmosudirjo : Planning, Organizing, Directing/ Actuating, Controlling.
8. DR. Winardi SE : Planning, Organizing, Coordinating, Actuating, Leading, Communicating, Controlling.
9. The Liang Gie : Planning, Decision Making, Directing, Coordinating, Controlling, Improving.
Pada hakekatnya fungsi-fungsi di atas dapat dikombinasikan menjadi 10 fungsi yaitu :
1. Forecasting (ramalan) yaitu kegiatan meramalkan, memproyeksikan terhadap kemungkinan yang akan terjadi bila sesuatu dikerjakan.
2. Planning (perencanaan) yaitu penentuan serangkaian tindakan dan kegiatan untuk mencapai hasil yang diharapkan.
3. Organizing (organisasi) yaitu pengelompokan kegiatan untuk mencapai tujuan, temasuk dalam hal ini penetapan susunan organisasi, tugas dan fungsinya.
4. Staffing atau Assembling Resources (penyusunan personalia) yaitu penyusunan personalia sejak dari penarikan tenaga kerja baru. latihan dan pengembangan sampai dengan usaha agar setiap petugas memberi daya guna maksimal pada organisasi.
5. Directing atau Commanding (pengarah atau mengkomando) yaitu usaha memberi bimbingan saran-saran dan perintah dalam pelaksanaan tugas masing-masing bawahan (delegasi wewenang) untuk dilaksanakan dengan baik dan benar sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
6. Leading yaitu pekerjaan manajer untuk meminta orang lain agar bertindak sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
7. Coordinating (koordinasi) yaitu menyelaraskan tugas atau pekerjaan agar tidak terjadi kekacauan dan saling melempar tanggung jawab dengan jalan menghubungkan, menyatu-padukan dan menyelaraskan pekerjaan bawahan.
8. Motivating (motivasi) yaitu pemberian semangat, inspirasi dan dorongan kepada bawahan agar mengerjakan kegiatan yang telah ditetapkan secara sukarela.
9. Controlling (pengawasan) yaitu penemuan dan penerapan cara dan peralatan untuk menjamin bahwa rencana telah dilaksanakan sesuai dengan tujuan.
10. Reporting (pelaporan) yaitu penyampaian hasil kegiatan baik secara tertulis maupun lisan.

Proses pelaksanaan kegiatan manajemen, maka fungsi manajemen yaitu perencanaan, pengorganisasian, penyusunan, pengarahan, dan pengawasan. Ini adalah fungsi-fungsi ke dalam perusahaan, sedang fungsi manajer ke luar perusahaan adalah :
a) mewakili perusahaan dibidang pengadilan.
b) ambil bagian sebagai warga negara biasa.
c) mengadakan hubungan dengan unsur-unsur masyarakat.
Konsep-Konsep Manajemen Perusahaan
Dalam memanajemeni perusahaan, setiap keputusan dan tindakan seharusnya memberikan priotas pertama pada kebutuhan pokok, yaitu daya laba. Daya laba ini merupakan satu-satunya penentu pada kelangsungan hidup perusahaan. Beberapa hasil non-ekonomi akhir-akhir ini mendapat terlalu banyak perhatian, misalnya sumbangan terhadap kesejahteraan dan kebudayaan masyarakat, menyediakan ikatan kerja tetap pada gugus kerja, mempertahankan prestise atau nama baik di mata masyarakat dan sebagainya. Walaupun ini sama terpuji, namun demikian tidak ada gunanya bila perusahaan tidak dapat menambah kesejahteraan sendiri, sedang kesejahteraan masyarakat dan bangsa, hanya dapat dilayaninya dengan memperoleh laba untuk membayar gugus kerja dan pemegang saham dan membantu memberikan tambahan modal yang diperlukan untuk pertumbuhan.
Belakangan ini motif laba kurang dihargai bahkan di cemoohkan di beberapa daerah. Namun bila banyak perusahaan tidak dapat memperoleh laba maka secara ekonomi matilah suatu bangsa. bangsa itu jadi bergantung sebagian besar pada saudara-saudaranya yang lebih makmur. Banyak omong kosong yang ditulis dan diucapkan mengenai motif laba, karena kebodohan dan hipokrisi semata-mata. Tindakan semacam ini menunjukan ketidak mampuan orang memahami pentingnya keuntungan untuk pribadi dalam rangka meningkatkan kesejahteraan bangsa secara menyeluruh.
Manajemen mengalami kegagalan bila tidak dapat mewujudkan hasil ekonomi yang wajar. Ia gagal bila tidak dapat meningkatkan kemampuan untuk menciptakan kemakmuran yang dipercaya kepadanya. Disitulah terletak perbedaan antara seorang manajer dengan seorang politikus. Setiap tindakan dan setiap keputusan manjer pertama-tama mempertimbangkan kemajuan ekonomi yang akan dicapai. Bagi seorang politikus, prestasi ekonomi hanyalah salah satu dari sekian tujuan. Sedangkan bagi manajemen prestasi bisnis justru merupakan batu-uji terakhir.

Tugas-tugas dalam memanajemeni perusahaan dapat dikelompokkan secara luas menjadi empat.
1. Perencanaan
Perencanaan menetapkan ikhtisar operasi dan serangkaian kebijakan, program umum dan organisasi yang diperlukan. Perencanaan mencakup penentuan ukuran atas laba, penjualan, biaya, perlengkapan, bahan baku, teknik dan tenaga kerja yang dibutuhkan. Perencanaan menetapkan target daya laba dan prestasi.
Segala proyek akan lancar bila dengan cermat direncanakan lebih dahulu. Perencanaan membantu pencapaian sasaran dan pekerjaan tidak akan dapat diserahkan secara bijak tanpa adanya semacam rencana. Tetapi dalam proses perencanaan harus ada kecermatan dan keluwesan. Para manajer harus siap mengubah rencana dengan segera bila mereka yakin bahwa ada perubahaan dasar yang terjadi di lingkungan bisnis mereka atau di pasar.
2. Pelaksanaan & Pengendalian
Rencana diimplementasikan dan sistem yang cocok diciptakan dan diterapkan untuk memeriksa prestasi terhadap rencana untuk mengendalikan dan memodifikasi operasi. Tujuannya adalah untuk mencapai prestasi yang memuaskan dan mencatat pengalaman dan informasi yang diperoleh, sebagai bahan untuk menyusun pedoman bagi perencanaan yang masa depan.
Bila rencana dilaksanakan maka prosedur pengendalian terentang mencakup operasi total. Mulai dari pengendalian yang dilakukan oleh Dewan Direksi, cakupan pengendalian itu meliputi operasi pemasaran (penjualan, kemajuan, laba yang diperoleh, target wiraniaga, pemasaran, pengendalian harga, pengendalian sediaan barang dan lain-lain) hingga ke operasi produksi (keluaran, pemanfaatan tenaga kerja, mesin dan bahan-bahan mentah, barang olahan, pengendalian mutu, biaya dan lain-lain) Bagian keuangan mengadakan pengendalian atas laba harta, biaya tenaga kerja, biaya bahan, biaya penjualan, biaya umum, biaya produksi (produk) dan lain-lain. Personalia berkaitan dengan penilaian manajemen, pengharkatan pekerja, pengharkatan bajik, pemanfaatan tenaga kerja, perekrutan tenaga kerja dan manajemen seterusnya.

3. Motivasi
Motivasi menyangkut usaha memperkeras dorongan kerja semua anggota organisasi dan menemukan cara-cara untuk meningkatkan prestasi individual. Prestasi harus diberi imbalan. Imbalan ini bisa beraneka ragam bentuknya, bergantung pada pilihan perusahaan, mulai dari tepukan tangan hingga pada promosi jabatan atau penambahan tunjangan (uang). Dengan demikian gugus kerja setiap perusahaan baik secara individual maupun bersama-sama tergerak untuk lebih berprestasi lagi.

4. Koordinasi
Fungsi koordinasi manajemen, fungsi ini mengusahakan agar setiap bagian perusahaan bekerjasama menurut rencana dan menjamin bahwa seluruh tim tetap bekerjasama. Fungsi ini menyeimbangkan kebutuhan atau kepentingan departemen yang berbeda-beda dan bertentangan. Bagian pemasaran bersangkutan dengan usaha memaksimumkan laba, bagian produksi bersangkutan dengan usaha mencapai beban produksi optimum dengan biaya minimum. Kedua faktor yang pertama tadi biasanya tidak sejalan, dan diperlukan kaitan yang menciptakan keseimbangan untuk mencapai hasil yang paling baik bagi kedua belah pihak dan bagi perusahaan sabagai keseluruhan. Fungsi manajemen yang satu ini seringkali merupakan fungsi yang paling sulit diimplementasikan.
Manajemen berdasarkan sasaran (MBS) adalah salah satu diantara sekian “jargon manajemen” yang paling baru. Manajemen berdasarkan sasaran ini diterangkan secara amat terperinci dalam buku-buku John Humble Improving Management Performance (British Institute of Management, 1966). Penggunaan MBS yang penerapannya dan pengendaliannya tepat akan menimbulkan rancangan disiplin ke arah laba dan pertumbuhan pada umumnya di semua sektor bisnis yang penting. Rancangan ini membantu mewujudkan keseimbangan di antara tujuan jangka panjang dan jangka pendek, sesuatu yang tidak mudah dilakukan karena keduanya seringkali bertentangan mulai dari hal pemanfaatan harta. Tekanan yang berlebihan atas sasaran jangka pendek seringkali berarti bahwa perusahaan tidak dapat berkembang ke arah sasaran jangka panjang. Kedua rancangan ini membantu perusahaan memanfaatkan sumber daya tenaga eksekutif dengan lebih baik. Tim manajemen mengembangkan kemampuan yang lebih besar dalam menghadapi perubahan yang mempengaruhi bisnis.
Penyelenggaraan MBS membantu perusahaan memusatkan segalanya di bidang-bidang yang memerlukan efektivitas optimal manajemen sebagai unsur vital, dan memisahkan masalah–masalah yang menghalangi kemajuan ke arah sasaran perusahaan tersendiri. Realisme yang lebih besar disuntikkan pada perencanaan yang susul-menyusul dan menghasilkan informasi pengendalian yang lebih baik dan terpercaya sebagai dasar keputusan. Akhirnya MBS dapat membina pengertian yang lebih baik dari antara para anggota tim atas peranan khusus masing-masing.
Peranan Dewan Direksi, perincian kegiatan Dewan Direksi berbeda-beda, tetapi pada umumnya terbagi empat kategori. Pertama, Dewan Direksi menentukan dan menyepakati rencana perusahaan jangka panjang dan semua kebijakan pokok, serta memilah bidang-bidang kegiatan perusahaan pada umumnya. Keputusan mereka tergantung pada informasi yang disampaikan oleh bagian-bagian yang beroperasi. Kedua, Dewan Direksi sepakat dan menyelenggarakan pengendalian menyeluruh atas rencana operasi atau usaha-usaha tahunan. Ketiga, Dewan Direksi menyepakati dan mengendalikan pengeluaran modal untuk investasi dan pemanfaatan segala harta yang dipercayakan pada perusahaan oleh para penanam modal. Keempat, Dewan Direksi memilih para manajer yang paling senior dan menetapkan imbalan jasa dan syarat-syarat kerjanya.
Tujuan perusahaan pada umumnya ialah untuk memuaskan kebutuhan dari konsumen dengan nilai-nilai tertentu. Tujuan perusahaan dapat digolongkan sebagai berikut :
• Tujuan Pelayanan Primer
Tujuan primer adalah pembuatan barang/jasa yang dijual untuk memenuhi kebutuhan konsumen.
Tujuan Organisatoris adalah nilai-nilai yang harus disumbangkan oleh masing-masing atau kelompok individu yang berada pada bagian yang bersangkutan. Tujuan Operasional adalah nilai-nilai yang disumbangkan oleh masing-masing tahap dalam suatu unit prosedur kerja secara keseluruhan.
• Tujuan Pelayanan Kolateral
Tujuan Kolateral Pribadi adalah nilai-nilai yang ingin dicapai oleh individu atau kelompok individu dalam perusahaan. Tujuan Kolateral Sosial ialah nilai-nilai ekonomi yang lebih luas/umum yang diperlukan bagi kesejahteraan masyarakat dan yang dapat secara langsung dihasilkan dari kegiatan perusahaan.
Tujuan Kolateral Sosial bersifat lebih luas untuk kepentingan masyarakat, misalkan : membayar pajak.
• Tujuan Pelayanan Sekunder
Merupakan nilai-nilai yang diperlukan oleh perusahaan untuk mencapai tujuan primer.
Tetapi secara umum, tujuan perusahaan dapat berupa :
a. mencapai keuntungan maksimal
b. mempertahankan kelangsungan hidup
c. mengejar pertumbuhan
d. menampung tenaga kerja

Faktor-faktor produksi “5M” (Men, Materials, Machines, Methods, Money).Manajemen adalah : “Suatu proses yang khas, yang terdiri atas kegiatan-kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya yang lain.”
Manajemen juga menggunakan metode ilmiah yang meliputi urutan kegiatan sebagai berikut :
1. mengetahui adanya persoalan
2. mendefinisikan persoalan
3. mengumpulkan fakta, data dan informasi
4. menyusun alternatif penyelesaian
5. mengambil keputusan dengan memilih salah satu alternatif penyelesaian
6. melaksanakan keputusan serta tindak lanjut

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: